LAPORAN AKHIR MODUL 2



1. Jurnal [Kembali]

Jurnal Praktikum Pengukuran Besaran dan Rangkaian Listrik 

OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

4V00

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

4V1ms1kHz



  1.  Membandingkan Frekuensi


Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

1kHz1kHz

Gergaji

1,002kHz1kHz

Pulse

1kHz1kHz



  1. 3.                  Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

     

    Perbandingan   Frekuensi

    Frekuensi Generator A

    (fy)

    Frekuensi Generator B

    (fx)

        Lissajous    

    1:1

    1KHz

    1KHz



    1:2

    1KHz

    2KHz

     

     

    2:1

    2KHz

    1KHz




    1:3

    1KHz

    3KHz

     

    3:1

    3KHz

    1KHz

     

    2:3

    2KHz

    3KHz

     



     

    3:2

    3KHz

    2KHz


  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,30090,250,20,05

2 Lampu

0,88070,80,80,16

3 Lampu

1,32880,30,30,06



  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,56291,80,290,522

2 Lampu

1,07821,80,240,432

3 Lampu

1,55791,80,290,522

2. Prinsip Kerja [Kembali]

 A. Oscilloscope


1. Kalibrasi oscilloscope

    a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron
    b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah
    c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope
    d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.

 

2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
    
Susun rangkaian seperti gambar berikut

   

   Tegangan Searah
a. Atur output power supply sebesar 4 Volt
b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply
c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope

    Tegangan Bolak Balik
a.   Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p
b.   Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope

3. Mengukur dan Mengamati Frequency

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut

 


b.     Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal

c.      Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

d.     Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

e.      Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa


4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous


a.      Susun rangkaian seperti gambar berikut


 


b.     Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c.      Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d.     Atur frekuensi sinyal pada kanal A, sehingga diperoleh gambar seperti salah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya. Bacalah penunjukan frekuensi generator

e.      Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous

f.      Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2


B. Pengukuran Daya


5. Mengukur Daya Satu Fasa


    



a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt

b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

d. Catat penunjukan dari wattmeter 

3. Video Percobaan [Kembali]



4. Analisa[Kembali]

1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?

Jawab :

Kalibrasi osiloskop merupakan proses penyesuaian alat untuk mengembalikannya ke kondisi standar sehingga hasil pengukuran yang ditampilkan sesuai dengan nilai sebenarnya. Proses ini perlu dilakukan karena bertujuan untuk memastikan tingkat akurasi dan ketelitian osiloskop dalam mengukur besaran listrik.

2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitudo, frekuensi, dan perioda!

Jawab :

Berikut perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan masing-masing parameter:=

1. Amplitudo
Tegangan DC memiliki amplitudo yang tetap (konstan) terhadap waktu, sehingga pada osiloskop terlihat sebagai garis lurus horizontal. Sedangkan tegangan AC memiliki amplitudo yang berubah-ubah secara periodik, sehingga ditampilkan sebagai gelombang (misalnya sinus).

2. Frekuensi
Tegangan DC tidak memiliki frekuensi karena tidak mengalami perubahan terhadap waktu (frekuensi = 0 Hz). Sebaliknya, tegangan AC memiliki frekuensi tertentu yang menunjukkan jumlah siklus gelombang dalam satu detik.

3. Perioda
Tegangan DC tidak memiliki perioda karena tidak berulang atau berosilasi. Sedangkan tegangan AC memiliki perioda, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu siklus gelombang.

3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!

Jawab :

1. Gelombang Sinus (Sine Wave)
Gelombang sinus merupakan bentuk gelombang paling dasar dengan perubahan tegangan yang halus dan periodik, gelombang ini berosilasi naik turun secara teratur, bentuknya melengkung, dan umumnya pada arus AC.

2. Gelombang Kotak / Pulsa (Square Wave)
Gelombang kotak memiliki bentuk naik dan turun secara tiba-tiba (tajam) antara dua level tegangan. Gelombang ini mengandung banyak komponen harmonik selain frekuensi dasarnya. Frekuensi menunjukkan seberapa cepat perubahan dari kondisi tinggi ke rendah terjadi dalam satu detik.

3. Gelombang Segitiga (Triangle Wave)
Gelombang segitiga memiliki bentuk naik dan turun secara linier (miring), tidak tajam seperti gelombang kotak. Perubahan tegangannya lebih halus dibandingkan gelombang kotak, tetapi tetap periodik. Frekuensinya menentukan kecepatan perubahan naik-turun gelombang.

4. Gelombang Gigi Gergaji (Sawtooth Wave)
Gelombang ini memiliki bentuk naik secara linier dan turun secara tiba-tiba (atau sebaliknya). Seperti gelombang lainnya, frekuensi menentukan jumlah siklus yang terjadi setiap detik.

4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!

Jawab :

Nilai daya terukur adalah daya yang diperoleh langsung dari alat ukur, sedangkan daya terhitung didapat dari perhitungan menggunakan rumus ( P = V \ I ). Keduanya biasanya tidak sama persis karena adanya kesalahan pengukuran, toleransi komponen, dan rugi-rugi pada rangkaian, namun perbedaannya masih dalam batas wajar.

5. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu parallel!

Jawab :

Nilai daya terukur pada beban lampu paralel adalah daya yang dibaca langsung dari alat ukur, sedangkan daya terhitung diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus ( P = V \ I ) atau penjumlahan daya tiap lampu. Pada rangkaian paralel, tegangan pada setiap lampu sama sehingga perhitungan daya lebih mudah dan biasanya hasilnya mendekati nilai terukur. Perbedaan kecil tetap dapat terjadi akibat kesalahan alat ukur, toleransi komponen, dan rugi-rugi pada rangkaian.

5. Download File[Kembali]

FILE LA [DI SINI]

VIDEO PRAKTIKUM [DI SINI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar